Pages

Minggu, 25 November 2012

Wisata Payung, Puncaknya Kota Batu



Kawasan Wisata Payung pastinya sudah sangat akrab di masyarakat Jawa Timur terutama masyarakat Malang Raya sendiri. Kawasan Payung terkenal akan tempat yang strategis untuk melihat keindahan Kota Wisata Batu yang berada di bawah Kawasan Wisata Payung ini. Objek wisata payung ini sendiri berlokasi di Jalan Raya Pujon, Malang Utara ( sebelah kanan jalan dari arah Batu ke arah Jombang ). Tidak salah jika setiap malam minggu tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal yang ingin menghabiskan malam dengan melihat keindahan Kota Batu dari dataran tinggi Payung. Udara dingin dan sejuk pastinya selalu menemani kunjungan Anda disana hingga menjelang larut malam, jadi pastikan jika Anda berkunjung ke kawasan wisata payung ini diharapkan menggunakan pakaian tebal agar tetap nyaman selama menikmati nuansa  malam Kota Batu yang menakjubkan.

Kawasan Wisata Payung sendiri terbagi dalam 3 bagian, yakni Payung 1, Payung 2, dan Payung 3. Dan setiap kawasan payung berdiri kokoh warung warung makanan dan minuman ringan yang siap menemani Anda ketika Anda berkunjung disana. Dengan ditemani beragam makanan dan minuman hangat, pastinya akan membuat Anda betah disana hingga larut malam. Menu yang paling terkenal di Kawasan Wisata Payung ini adalah jagung bakar dan olahan susu milik KUD Batu, selain itu masih ada juga roti bakar, bakso, mie rebus / mie goreng, hingga beragam minuman lainnya yang siap menemani malam Anda disana.

Payung adalah tempat berkumpulnya warung tenda permanen yang terletak di sepanjang jalan Kota Batu bagian atas hingga mendekati Pujon, beberapa puluh meter sebelum memasuki patung sapi desa Sebaluh. Lokasinya berjejer tepat dibibir jurang sepanjang jalan. Warung-warungnya kebanyakan hanya buka pada malam sampai menjelang pagi hari namun beberapa juga buka pada siang hari. Dari sini tampak pemandangan kota Batu dari arah yang lebih tinggi, tampak indah dan spektakuler apalagi di malam hari dengan kerlap-kerlip lampunya yang bertebaran. Jalan menuju Payung dari arah Batu cukup menanjak dan meliuk-liuk, berjarak sekitar 6 km dari pusat kota dan bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit. Hampir semua warung terbuat dari bambu yang berbentuk rumah panggung sehingga pengunjung akan merasa melayang diatas jurang. Dibawah jurang terlihat lebatnya hutan pinus, sawah yang menghijau, vila-vila dan perkampungan penduduk.


Asal nama Payung, dahulu terdapat sebuah tempat yang atapnya berbentuk payung yang dinamakan payung pandang yang dimaksud dengan payung pandang adalah apabila berada dibawah bentuk berupa payung tersebut, maka akan dapat memandangi daerah Songgoriti, Batu dan sekitarnya. Sejarah terbentuknya Payung dimulai pada tahun 1970, beberapa orang menjual jagung dari pagi sampai sore. Saat itu belum terdapat kios dan warung. Lalu pada tahun 1981 terdapat beberapa penjual yang memiliki kios, sementara pedagang yang lain menggunakan tenda. Sekarang sudah ada puluhan warung yang tersebar dalam tiga lokasi Payung Satu, Dua dan Tiga. Kini Payung telah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di kabupaten Malang, walaupun sebenarnya yang dijual bukanlah makanannya tapi lebih ke arah suasananya. Payung menjadi pilihan terbaik bagi muda-mudi yang ingin nokrong sepanjang malam dengan teman-teman ataupun bersama kekasih hati.
Menu-menu yang dijual di kompleks warung tenda ini rata-rata hampir sama. Kebanyakan adalah jagung bakar, roti bakar, bakso dan aneka gorengan. Minuman andalannya adalah STMJ (susu telor madu jahe) dengan susu segar asli dari desa Sebaluh, kopi tubruk dan sari jahe murni. Banyak juga warung yang menjual nasi goreng, ikan bakar, ayam dan tempe penyet. Mengingat sebagian besar pemilik warung adalah penduduk Pujon dimana kebanyakan mereka adalah peternak sapi perah, tak heran jika susu segar yang ditawarkan di Payung benar-beanr fresh from the oven. 

NB : Berbagai Sumber 

 Taurus Vocation

0 komentar:

Poskan Komentar