Pages

Senin, 26 November 2012

Candi Sumberawan, Singosari


Setelah berwisata sejarah ke Candi Singosari, Ngalamers dapat melanjutkan perjalanan ke Candi Sumberawan yang berjarak sekitar 1 km. Tepatnya di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Tapi jangan pernah membayangkan akan menemui sebuah bangunan candi layaknya saat Ngalamers berkunjung ke Candi Singosari, karena Candi Sumberawan hanya berbentuk stupa.

Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari yang dibangun sekitar akhir abad ke 14 atau awal abad ke 15. Candi yang pertama kali ditemukan pada tahun 1904 ini pernah dipugar dibagian kaki pada tahun 1937. Candi Sumberawan berbentuk bujur sangkar dan hanya terdiri atas kaki dan badan yang berbentuk stupa. Pada batur candi terdapat selasar atau beranda, kakinya memiliki penampil pada keempat sisinya. Karena termasuk candi Budha, Candi Sumberawan menjadi sangat ramai saat Waisak karena banyak penganut Budha yang datang untuk merayakan kehidupan Sang Budha.



Selain penganut Budha yang datang untuk beribadat, candi ini juga banyak didatangi oleh para wisatawan. Selain untuk melihat Candi Sumberawan, para wisatawan itu juga ingin menikmati pemandangan sekitar candi yang terkenal sejuk karena terletak di kaki Gunung Arjuno. Sebagai tambahan, candi ini juga memiliki sebuah telaga yang airnya jernih dan dingin. Masyarakat sekitar percaya bahwa telaga ini memiliki pengaruh besar untuk kesehatan. Jadi, jangan heran jika banyak pengunjung yang mandi di telaga ini.

Candi Sumberawan ditemukan pada tahun 1904, terbuat dari batu andesit dengan ukuran  panjang 6,25m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m berbentuk segi delapan dengan susunan batu berbentuk genta (stupa) yang puncaknya telah hilang.  Candi ini berupa stupa sehingga tidak bisa dinaiki. dan tidak memiliki relief.

Di depan taman samping  candi ada prasasti batu berbentuk persegi empat setinggi 4 cm. Tulisan berbahasa belanda pada prasasti itu kini sudah hampir terkikis, isinya berisi kalau candi ini direstorasi oelh pemerinta Hindia Belanda tahun 1937.

Candi Sumberawan dipercaya merupakan alat transformasi untuk mengubah mata air yang ada di bawahnya menjadi air kehidupan atau air suci, yang dalam sansekerta disebut amerta. Amerta merupakan air para dewa yang dipercaya sebagai air keabadian. Sehingga candi ini dikait-kaitkan dengan kekuatan magis. Secara rutin setiap memasuki bulan Suro (sekitar bulan Agustus) masyarakat  desa sekitar melakukan acara Selamatan Sumber. Tumpeng pun dipersembahkan sebagai ungkapan rasa syukur atas mengalirnya mata air sumberawan yang telah menghidupi ribuan jiwa. sebagian orang juga datang kesini untuk memanjatkan doa, memohon keselamatan di salah satu ruang ujung kawasan candi terdapat ruang khusus untuk semedi.

NB : Berbagai Sumber Taurus Vocation

0 komentar:

Poskan Komentar