Pages

Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Malang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2015

Coban Manten, Pujon Malang

Coban yang masih berada di kawasan Pandesari kecamatan Pujon Kabupaten Malang, mungkin pembaca baru mendengar nama coban ini. Dan untuk beberapa orang yang belum mengetahui. Mungkin banyak bertanya tanya seperti apa bentuk coban manten itu dan mengapa sampai di beri nama Coban Manten.

Menurut cerita legenda Wisata Coban Manten atau dikenal juga sebagai Coban Kembar  merupakan coban yang berada di ketinggian 1.300 m dari permukaan air laut. Pada bagian bawah coban ini terdapat air terjun bernama coban dudo (tengah), yang kemudian mengalir ke bawah menjadi coban rondo. Sumber air dari ketiga air terjun ini berada di atas coban manten ini, suatu dataran tanpa pohon satu biji pun di daerah kepundan. Perjalanan ke mata air ini membutuhkan perjuangan ekstra karena medan yang licin,  jarak yang lumayan jauh (3-4 km) dan harus melalui susur sungai. Maka dari itu coban ini jarang di datangi para wisatan mungkin hanya para pendaki gunung maupun para penikmat alam. Dinamakan wisata Coban Manten karena ada dua air terjun yang berdiri sejajar layaknya pasangan pengantin di pelaminan. Tinggi airnya mencapai 85 meter.

Air terjun ini merupakan rangkaian air terjun yang paling atas setelah  Coban Tengah dan Coban Rondo, air terjun ini merupakan air terjun tertinggi dari ke 2 air terjun tersebut. Dalam perjalanan menuju tempat ini, memerlukan waktu sekitar 2 jam dari bumi perkemahan. Air terjun ini sangat direkomendasikan kepada pecinta alam maupun para penikmat alam.
NB : Berbagai Sumber Taurus Vocation

Wana Wisata Sumber Pitu

Sumberpitu adalah sebuah tempat wisata alam yang terletak di desa Duwet Krajan, sekitar 7 km sebelah timur Kota Tumpang. Pemandangan alam yang cukup indah, daerah perbukitan yang banyak tanaman Apel dan sayuran. Sumberpitu terdapat mata air yang jumlahnya banyak sekali, selain mata air juga terdapat goa peninggalan masa lalu dan terdapat pula sebuah air terjun yang diberi nama RINGIN GANTUNG, karena disitu terdapat pohon beringin yg menempel pada dinding tebing air terjun. Lokasi Sumberpitu sendiri terletak +/- 2 km sebelah utara dari desa Duwet Krajan, dengan pemandang alam yang exotic dalam menempuh perjalanan menuju Sumberpitu.  Perjalanan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki untuk sampai ke lokasi Sumberpitu dengan waktu -/+ 30 menit, dengan hawa yang segar dan sejuk membuat kita tidak terasa dalam menempuh perjalanan untuk menuju lokasi Wisata alam Sumberpitu

Pesona alam Malang memang tak pernah habis untuk ditelusuri, Ngalamers. Kini halomalang berkesempatan mengunjungi wisata alam, air terjun (Coban) di kawasan timur Kota Malang. Air Terjun Sumber Pitu atau Umbulan Pitu, begitu warga sekitar menyebutnya.

Air Terjun Sumber Pitu berada di kawasan barat pegunungan Bromo, tepatnya berada di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Karena lokasinya jauh dari angkutan umum, Ngalamers disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun roda 4.

Berada satu jalur ke arah Gunung Bromo maupun Air Terjun (Coban) Pelangi. Untuk menuju Duwet Krajan, dari pasar Tumpang, para pengunjung harus menempuh perjalanan hingga Balai Desa Wringinanom, arah Gubuk Klakah. Selanjutnya di tepat di depan Balai Desa, arah kiri terdapat jalan utama menuju Duwet Krajan. Hingga lokasi parkir masih berjarak sekitar 3-4 Km, melewati perkebunan apel dan sayur yang hujau.

Pengunjung bisa parkir di sekitar Balai Desa Duwet Krajan maupun sedikit ke atas di depan kebun Cengkeh, warga sekitar akan dengan senang hati menjaga kendaraan Ngalamers dengan tarif seikhlasnya. Tak ada tarif masuk untuk menuju kawasan ini, namun jangan kaget jika warga sekitar akan meminta sumbangan seikhlasnya untuk perbaikan akses jalan menuju lokasi.

Dari kebun Cengkeh, wisatawan akan disambut jalan beton yang menembus hutan bambu yang sangat asri, gerbang menuju area persawahan dan tebing-tebing raksasa di sekitar air terjun. Dari sini perjalanan masih sekitar 2 kilometer. Berjalan sekitar 15 menit, Ngalamers akan menemui pertigaan di tengah sawah (ketika halomalang berkunjung terdapat tumpukan pipa PDAM). Arah kiri melewati Gubuk Watu-landai namun cukup jauh memutar.

Arah kanan merupakan jalan singkat yang nantinya akan tepat berada di atas Air Terjun Ringin Gantung-namun harus melewati tangga darurat dari bambu menuruni tebing setinggi kurang lebih 40 meter. Butuh nyali, dan mengasyikkan - namun tidak disarankan jika kondisinya gerimis dan pengunjung takut dengan ketinggian.

Inilah keuntungan jika berkunjung ke Sumber Pitu. Pengunjung bisa menikmati keindahan dua air terjun sekaligus di satu lokasi. Tak jauh dari Sumber Pitu, mengalir deras Air Terjun Ringin Gantung dari ketinggian sekitar 40 meter. Disebut ringin gantung karena terdapat pohon beringin yang menempel pada sisi barat Air Terjun.

Di tebing sisi utara Ringin Gantung inilah Umbulan Pitu memancarkan air yang jernih dan deras di sela sela hijaunya tanaman yang menutup dinding tebing. Tidak terlalu tinggi, namun (dulu) cukup eksotis. Debit maupun warna air yang keluar dari tujuh (7) mata air tak terpengaruh kondisi cuaca, hujan maupun kemarau. Warga sekitar meyakini jika Air Sumber Pitu berhubungan dengan Gunung Bromo. Bahkan, banyak warga luar wilayah yang menjadikan lokasi ini sebagai tempat ritual, serta menganggap air yang keluar merupakan air suci.


Jika Ngalamers pernah ke Sumber Pitu sekitar 2-3 tahun lalu, kini kondisinya sangat berbeda drastis. Tepat di depan Air terjun tengah dibangun kolam penampungan air raksasa untuk PDAM yang kini telah memulai proses finishing. Lokasi yang dulunya sangat asri dan terisolasi. Di sekitar air terjun juga dijadikan lokasi penimbunan material proyek. Nantinya jika selesai, seluruh air yang keluar dari Sumber Pitu akan ditampung di bak penampungan ini.
NB : Berbagai Sumber Taurus Vocation

Senin, 03 Desember 2012

P- WEC Petungsewu, Dau


Bagi sebagian besar warga masyarakat Malang Raya, nama P-WEC mungkin terasa asing. Namun sebenarnya, lokasi P-WEC yang berada di Jalan  Margasatwa 1, Desa Petungsewu, Kec. Dau, Kab. Malang ini, menyajikan keindahan dan wawasan tentang pelestarian alam yang sangat memadai. Di tempat ini anda tidak akan menjumpai hewan-hewan yang dikurung dalam jeruji besi atau sangkar karena P-WEC sangat menghormati kebebasan satwa liar. Ada sekitar 85 jenis burung yang dibiarkan terbang bebas di kawasan P-WEC. Saat tim Pesonamalangraya berada di lokasi, berkali-kali tim kami melihat tupai yang berloncatan dari satu pohon ke pohon lainnya dengan bebasnya.

Ruang Depan dan Tangga Masuk ke Kawasan P-WEC
Jika anda berkesempatan mengunjungi P-WEC, anda akan disambut oleh resepsionis yang ramah di ruang “Information Center”. Di sini anda bisa bertanya beraneka macam hal tentang seluk-beluk P-WEC. Jika perlu, anda juga bisa minta dipandu untuk berkeliling di sekitar kawasan P-WEC. Setelah melewati ruang “Information Center” anda harus menyiapkan tenaga anda untuk menaiki tangga sejumlah 75 anak tangga yang cukup mendaki untuk masuk dalam area P-WEC.
Tangga Menuju ke Area P-WEC
Sebelum berkeliling di sekitar kawasan P-WEC, ada baiknya juga anda mencicipi menu yang disediakan di “Cafe Primata” dengan nama-nama menu makanan dan minuman ala P-WEC seperti Nasi Goreng Rimba, Tempe Penyet Petungsewu dll. Di sepanjang jalan dan di area manapun, anda akan menjumpai lampu-lampu penerangan yang dikemas atau dimodifikasi ke dalam bentuk lampu minyak.
Cafe Primata dan Menu dengan Nama Khas Ala P-WEC
Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC, dibaca ‘piwec’) adalah pusat pendidikan informal tentang pelestarian alam yang didirikan oleh ProFauna Indonesia pada akhir tahun 2003. Di P-WEC  metode pendidikan yang dipakai adalah pendidikan pengalaman (Experiential Learning). Dalam pelaksanaannya, alam digunakan sebagai media belajar, sebagian besar waktu belajar dihabiskan di luar ruangan (Outdoor).
Kamar Mandi dan Sarana untuk Bermalam yang Memadai
Di P-WEC, kita belajar tentang pelestarian alam melalui permainan, petualangan dan rekreasi, dengan ditunjang oleh suasana yang alami, sejuk dan bernuansa pedesaan, serta didampingi oleh fasilitator yang berpengalaman. Program edukasi informal yang ditawarkan P-WEC sangat bervariasi. Mulai dari program tentang ekosistem sungai, ekosistem hutan, mengenal serangga, mengenal keragaman satwa liar, pengamatan burung, pohon, recycle and re-use, hingga tentang kesejahteraan satwa. Program edukasi ini bukan hanya dilaksanakan di dalam kawasan P-WEC, namun juga di hutan dan sungai yang ada di sekitar P-WEC.
Sarana Outbound Permanen
Selain program edukasi tentang konservasi alam, P-WEC yang bekerja sama dengan BIDO Adventure juga menawarkan program Outbound dan Adventure dengan fasilitas Outbound yang permanen, berkualitas, dan telah terbukti keamanannya. Ratusan organisasi dan perusahaan telah melakukan program Outbound dan Team-work Building di P-WEC didampingi oleh fasilitator yang ramah dan berpengalaman.

P-WEC juga menyediakan program-program yang sangat menarik untuk diikuti bagi anda yang gemar berpetualang antara lain:
Program Outdoor Education, terdiri dari:
  • Nature and Wildlife Education: Dalam program ini peserta akan belajar nilai-nilai kebaikan dan rasa respect terhadap lingkungan sekitar dan satwa liar melalui Outdoor Education Game. Lokasi Kegiatan : P-WEC dan sekitarnya.
  • Tour d’Jungle: Dalam program ini peserta akan diajak berpetualang di tengah hutan. Program ini dikemas dengan fun, penuh petualangan dan permainan. Lokasi Kegiatan : Gunung Sari (untuk anak play group sampai siswa SMP) dan Coban Glotak (SMA ke atas).
  • River Expedition: Dalam Program ini peserta akan diajak pergi ke sungai yang alami di pinggir hutan pinus yang berdekatan dengan perkebunan jeruk. Lokasi ini berjarak 2 km dari P-WEC yang bisa di tempuh dengan minibus. Lokasi Kegiatan : Sungai Bedengan.
  • Primate Watching: Peserta akan dipandu oleh fasilitator P-WEC melakukan nature trail di Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soeryo untuk melihat kehidupan primata di alam. Lokasi : Tahura Raden Soerjo – Cangar.
  • Bird Watching: Dibantu fasilitator profesional di P-WEC, peserta akan melakukan nature trail mengenal keanekaragaman dan kebiasaan perilaku alami burung yang ada di alam. Lokasi :  Tahura Raden Soerjo – Cangar.
  • Petani Cilik: Selama kegiatan program ini peserta akan diajak berperan seolah-olah menjadi petani. Untuk menjadi petani, maka peserta akan diajak melakukan kegiatan bercocok tanam mulai dari menanam, menyirami, memanen hasil kebun untuk diolah dan dimasak sendiri oleh peserta dengan dipandu fasilitator P-WEC. Lokasi Kegiatan : P-WEC dan sekitarnya.
  • Green Art: Peserta akan belajar membedakan jenis sampah dan mengelola sampah menjadi karya seni yang ramah lingkungan. Lokasi Kegiatan : P-WEC.
  • Detektif Alam: Dalam program ini peserta akan diajak untuk mengeksplore alam lebih dalam dengan menjadi detektif yang penuh rasa ingin tahu yang tinggi. Lokasi Kegiatan : P-WEC, Gunung Sari, Coban Glotak, Hutan Cangar.
Program Outbound and Adventure
Program petualangan, wisata alam dan outbound di P-WEC juga dilengkapi dengan informasi dan tips tentang pelestarian alam karena P-WEC sangat menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi alam. Program outbound dan wisata alam tersebut antara lain:

Outbond Training
Family Gathering
bird Watching
In The Jungle
Live In Village
Trekking
Bromo Adventure
Merubetiri Adventure

Semua program outbound dan adventure di P-WEC dilengkapi dengan asuransi. Khusus program outbound akan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk lokasi outbound yang bersifat fleksibel. P-WEC juga siap melayani program sesuai dengan permintaan pelanggan.
Camping Eksklusif, Camping yang Nyaman dan Aman
Bungalow Merak • Api Unggun • Area Perkemahan
Program Camping Eksklusif yang ditawarkan oleh P-WEC adalah untuk menjawab keinginan keluarga atau anak yang ingin back to nature dengan cara camping di alam terbuka dengan mudah. Tenda yang digunakan di program Camping Ekslusif itu adalah tenda yang berkualitas dan di dalam tenda juga dilengkapi dengan kasur dan bantal.
Lokasi camping berada dalam kawasan P-WEC yang lingkungannya asri dan keamanannya terjaga. Selain pengalaman tidur di tenda yang menyenangkan, dalam program Camping Eksklusif ini anda juga akan dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan dan burung liar yang ada di P-WEC. Di pagi harinya, anda juga akan dipandu untuk trekking menyusuri ladang petani dan kehidupan pedesaan yang asri. Di sekitar lokasi Camping Eksklusif P-WEC, anda akan diajak melihat perkebunan kopi, jati, ladang, dll. Hanya dengan Rp 125.000 per-orang per-malam anda sudah bisa mengikuti program Camping Eksklusif di P-WEC!
Fasilitas standar program Camping Eksklusif:
  • Tenda plus kasur, bantal dan sleeping bag
  • Makan 2 X (malam dan pagi)
  • Toilet
  • Pemandu trekking
Selain paket standar, P-WEC juga menawarkan paket Camping Eksklusif Plus.
Dalam paket Camping Eksklusif Plus, selain fasilitas standar, anda juga akan mendapatkan tambahan fasilitas berupa api unggun, bakar singkong dan belajar memasak di kompor lapangan ala petualang sejati.
Minimum jumlah peserta adalah 2 orang. Sedangkan harga Camping Eksklusif Plus adalah Rp 200.000/orang.
Cafe Primata:
Café Primata yang berada di sisi timur dari kawasan P-WEC menawarkan makanan dan minuman tradisional Jawa yang sehat. Semua makanan yang dijual di Café Primata tidak menggunakan bahan pengawet kimia, dan tidak menggunakan penyedap rasa buatan. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan alami yang aman untuk anda dan lingkungan.
Cafe Primata
Café Primata juga menjual kopi jawa murni yang mempunyai cita rasa tersendiri. Kopi jawa yang diberi merk “SUN BIRD” (artinya burung madu) ini bukan hanya harum baunya, tetapi nikmat rasanya. Proses pembuatan kopi SUN BIRD menggunakan cara tradisional.
Anda juga bisa mencoba aneka makanan tradisional Jawa yang mungkin anda sudah lama sekali tidak mencicipinya. Ada nagasari, kucur, cenil, onde-onde, ketan bubuk, weci, pisang goreng, dll. Semuanya diolah dengan cara tradisional dan menggunakan minyak kelapa murni.
Café Primata yang daya tampungnya sampai 120 orang ini bisa juga digunakan untuk pertemuan. Udaranya yang segar dan suasana yang alami memberikan nuansa sendiri dalam pertemuan anda.
Secara keseluruhan fasilitas yang disediakan oleh P-WEC yaitu:
  • Mess Parrot
  • Mess Penyu
  • Asrama
  • Bungalow
  • Balai Pertemuan
  • Cafe Primata
  • Fasilitas Outbound Permanen
  • Fasilitas Outbound for Kids
  • Camping Ground
  • Fasilitas Lainnya seperti: Gubuk Lesehan, Information Center,  dll.
Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Petungsewu Wildlife Education Center

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Rabu, 28 November 2012

Pantai Goa Cina, Sitiarjo


Pantai Goa Cina merupakan salah satu pantai di Malang yang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Baru beberapa tahun belakangan ini agak popular. Terletak di sebelah barat pantai sendang biru. Kealamian alam pantai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang pernah singgah disini

Kawasan pantai Goa Cina sendiri berada di Desa Bantengan, Malang, Jawa Timur. Selain kealamian alamnya dan kebersihan pantai yang masih terjaga, pantai tersebut juga menyediakan area kemping untuk Anda yang suka berkemah. Akses jalan menuju ke goa cina juga sudah lumayan bagus. Terletak di dekat jalan lintas selatan yang lebar dan mulus.

Untuk menuju pantai tersebut, bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari kota Malang. Ketika memasuki kawasan Pantai Goa Cina, gemuruh ombak menyambut kedatangan Anda. Dari jauh, suara ombak itu sudah bisa kami dengarkan dengan jelas.
Keistimewaan pantai Goa Cina ini adalah pemandangan alamnya yang masih asri dan masih alami dan beberapa pulau-pulau kecil di tengah laut ikut menghiasi keindahan alam pantai Goa Cina.


Pantai Goa Cina terletak di Koordinat   8° 26′ 51″ S   dan  112° 39′ 8″ E adalah Pantai Selatan di Kabupaten Malang yang berada di tengah-tengah antara Pantai Sendangbiru dan Pantai Bajulmati atau berjarak sekitar 10 Menit dari Pantai Sendangbiru. Goa Cina sebuah nama yang disematkan untuk Pantai tersebut, asal muasal di Bibir pantai tersebut ada pulau kecil yang berlubang dan bisa di tempati manusia, konon katanya pada zaman dahulu kala ada seorang dari warga negara cina yang bersembunyi disitu untuk menghindari pengejaran tentara belanda sehingga disebutlah Goa Cina dan pantainya dinamakan Pantai Goa Cina. Pantai Goa Cina merupakan Pantai yang masih memiliki nilai eksotisme tinggi, dibalut dengan pasir Putih dan karang-karang yang cantik di bibir Pantai.
Pantai Goa Cina memiliki arus laut yang deras serta ombak yg cukup besar, tetapi untuk tempat yang biasa di kunjungi tidak memiliki ombak besar karena ada beberapa Pulau kecil yang berdiri di depan untuk menghalangi ombak besar tersebut seperti yang terlihat pada gambar dibawah, sehingga di saat air laut sedang surut bisa digunakan kesempatan untuk mencari ikan-ikan kecil di selah-selah batu karang yang cantik.


Selain menikmati keindahan pantai, Anda juga bisa menikmati pesona Goa Cina yang terletak di salah satu karang terbesar. Konon goa ini sering dikunjungi olah masyarakat guna meminta berkah atau mencari peruntungan dengan datang membawa batang pohon pepaya ke gua tersebut untuk bermalam.
Namun Anda perlu sedikit hati-hati karena ombak di Pantai Goa Cina cukup besar. Jadi pantai ini tidak cocok untuk melakukan kegiatan berenang maupun menyelam.


NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Keripik Buah Malang

Produk olahan buah sangat banyak sekali di malang, dan telah menjadi salah satu produk khas dari malang. Diantaranya keripik buah. Secara umum hampir semua buah bisa di jadikan keripik. Dengan teknologi vacuum frying hasil keripik buah seperti makan buahnya dalam kondisi segar tetapi kering. Tekstur buah hampir2 tidak berubah, dan juga rasa nya tetap sama. Oleh karena itu hampir di setiap toko oleh2 selalu tertata banyak sekali keripik buah..anda ingin mencoba..
- Mangga
- Nanas
- Salak
- Bengkuang
- Melon
- Semangka


NB : Berbagai Sumber

Taurus Vocation

Jelly Apel Malang

jelly apel 1 - kemalang.com
 jelly apel 3 - kemalang.com


Proses pembuatan jelly apel
  • Apel dicuci bersih, dikupas dan dikukus selama 10 menit.
  • Kemudian diparut dan disaring untuk diambil sarinya.
  • Tambahkan gula, garam dan natrium benzoat..
  • Panaskan hingga kental.
  • Kemudian jelly apel siap untuk di kemas.
 
NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Cuka Apel malang

cuka apel
Proses pembuatan cuka apel
  • Apel dicuci bersih, dikupas kemudian di haluskan..
  • Tambahkan air dan direbus
  • Kemudian dilakukan penyaringan pertama untuk diambil sarinya.
  • Setelah ditambahkan gula dan amonium sulfat, cairan di dinginkan.
  • Kemudian ditambahkan ragi.
  • Saring kembali untuk mendapatkan larutan beralkoholnya.
  • Ditambahkan induk cuka, dan didihkan
  • Cuka siap untuk dikemas dalam botol.


NB : Berbagai Sumber

Taurus Vocation

Dodol Apel, batu

dodol apel
dodol apel

Bagi sebagian besar orang dodol sangat identik dengan kota garut. Tak heran dodol garut telah menjadi salah satu oleh-oleh yang sering di beli wisatawan. Tetapi di malang juga ada dodo apel. Yang bahan baku utamanya adalah apel.
Proses pembuatan dodol apel
  • Apel dicuci bersih, dikupas kemudian dihaluskan hingga menjadi bubur.
  • Tambahkan gula merah, santan, garam, vanili, dan tepung maizena.
  • Masak hingga matang dan kental.
  • Setelah matang, masukkan ke dalam cetakan.
  • Kemudian dinginkan dan siap untuk dikemas.
Rasa apelnya begitu terasa


NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Sari Apel, Kota Batu

sari apel 3 - kemalang.comsari apel 2 - kemalang.com
Produk sari apel begitu popular di malang. Tetapi kita harus jeli sebelum membeli sari apel yang berasal asli dari apel serta penggunaan gula murni. Rasanya sungguh menyegarkan cocok sekali untuk suguhan di acara2 keluarga atau untuk di bawa keluar rumah. Disamping menyegarkan juga banyak mengandung banyak vitamin.
Proses pembuatan sari apel
  • Apel dicuci bersih kemudian dihancurkan dan disaring untuk diambi sarinya
  • Setelah itu encerkan dengan menambahkan air.
  • Sari apel yang telah diencerkan, kemudian diendapkan/dijernihkan
  • Setelah diendapkan, campurkan senyawa asam benzoat, asam sitrat, CMC,dan gula pasir.
  • Panaskan campuran larutan tersebut
  • Setelah matang, dimasukkan ke dalam botol.
  • Setelah itu lakukan proses exhausting dan sterilisasiKemudian sari apel siap dipasarkan


NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Khas Wisata Gunung Kawi, Wonosari


Ada banyak hal unik yang berhubungan dengan kepercayaan yang dapat kita temukan di Gunung Kawi. Masuk ke area Pesarean Gunung Kawi, kita seperti berada di lokasi kota Tionghoa jaman dulu. Nuansa Tionghoa begitu kental di sekitar bangunan yang ada. Selain itu semua pelayan Pesarean Gunung Kawi juga mengenakan adat pakaian jawa. Semakin menambah suasana yang khas jika kita berada di sini.
Selain pesarean sebagai fokus utama tujuan para pengunjung, terdapat tempat-tempat lain yang dikunjungi karena ‘dikeramatkan’ dan dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk mendatangkan keberuntungan, antara lain:

a. Rumah Padepokan Eyang Sujo

Rumah padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Eyang Sujo yang bernama Ki Maridun. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan yang dikeramatkan milik Eyang Sujo, antara lain adalah bantal dan guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka semasa perang Diponegoro.

b. Guci Kuno

Dua buah guci kuno merupakan peninggalan Eyang Jugo. Pada jaman dulu guci kuno ini dipakai untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama ‘janjam’. Mungkin ingin menganalogkan dengan air zamzam dari Padang Arafah yang memiliki aneka khasiat. Guci kuno ini sekarang diletakkan di samping kiri pesarean. Masyarakat meyakini bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membikin seseorang menjadi awet muda.

c. Pohon Dewandaru

Di area pesarean, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, pohon kesabaran. Pohon yang termasuk jenis cereme Belanda ini oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa. Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini aman. Untuk mendapat ‘simbol perantara kekayaan’, para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Untuk memanfaatkannya sebagai azimat, biasanya daun itu dibungkus dengan selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet. Namun, untuk mendapatkan daun dan buah dewandaru diperlukan kesabaran. Hitungannya bukan hanya, jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran.

d. Ciam Si

Bila kita masuk ke klenteng, maka kita bisa melakukan Ciam Si, yaitu sebuah ritual “Meramal Nasib” dimana kita akan disuruh untuk mengocok sebuah wadah yang berisi petunjuk-petunjuk nasib kita sampai salah satu diantaranya terjatuh ke lantai, maka itulah yang menjadi “peruntungan” kita pada periode ini. Bila kita merasa bingung dengan artinya, karena kebanyakan kata-kata didalam lembar itu dikatakan secara abstrak, maka kita dapat menggunakan jasa penterjemah yang ada di bagian depan klenteng untuk mengartikan apa yang sebetulnya menjadi maksud dari lembar tersebut.

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Topeng Malangan & Sejarahnya, Pakisaji

Mbah Karimun

Tari Topeng diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. Tari Topeng adalah perlambang sifat manusia, karenanya tari topeng banyak model yang menggambarkan situasi yang berbeda, menangis, tertawa, sedih, malu dan sebagainya.Biasanya tari topeng pada umumnya mengisahkan cerita rakyat atau sebuah fregmentasi hikayat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah-kisah Panji. Karena dari kisah-kisah Panji maka di namakan Topeng Panji.

Tari Topeng Malangan sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali.
Salah satu keunikannya adalah pada model alat musik yang dipakai seperti rebab, seruling Maduradan karawitan model Blambangan. Sampai saat ini Tari Topeng masih bertahan di Kedung Monggo dan masih memiliki sesepuh yaitu Mbah Karimun ( alm ) yang tidak hanya memiliki keterampilan memainkan tari ini namun juga menciptakan model-model topeng dan menceritakan kembali hikayat yang sudah berumur ratusan tahun yang sekarang di warisi oleh pak Jumadi. Begitu juga yang ada di Glagah Dowo dari pak Sutrisno ( alm ) dan sekarang diwarisi oleh bpk. Budi Utomo.

Tapi yang Kami ceritakan yang bertempat di Kedung Monggo, Pakisaji, Malang, Jawa Timur.

Konon Tari Topeng diciptakan oleh Airlangga yakni putra dari Darmawangsa Beguh di kerajaan Kediri.Ia kemudian menyebarkan seni tari itu sampai ke Kerajaan Singosari yang di pimpin oleh Ken Arok. Raja Singosari itu kemudian menggunakan tari topeng untuk upacara adat, drama tari yang terdiri dari kisah Ramayana, Mahabarata, dan Panji. Selain itu, tari topeng juga digunakan untuk penghormatan pada para tamu dan ritual memuja arwah nenek moyang.

Kemudian pada awal penyebaran agama Islam di Indonesia, para Wali Songo mencoba memperbaiki tari topeng agar dapat disesuaikan dengan aturan agama Islam.

Diantaranya adalah dengan merubah tata busana tari topeng menjadi lebih sopan dan mengganti bahan alat musik tari topeng. Tujuan penggantian bahan gamelan Tari Topeng menjadi kuningan adalah untuk memperkeras alunan musik tari tersebut.

Karena dengan alunan yang keras, banyak rakyat yang akan datang ke tempat tarian itu. Dan para Wali Songo dapat menyebarkan agama islam di tempat itu. Pada saat zaman penjajahan, Tari Topeng sudah hampir punah, hanya pejabat tinggi atau pemerintah Kolonial belanda saja yang mengerti tentang Tari Topeng.

Tetapi ada seorang pelayan belanda bernama Panji Reni yang ditugaskan mencuci topeng, Ia kemudian tertarik untuk mempelajari tari tersebut. Akhirnya, ia mencoba membuat topeng di Polowijen, Blimbing dan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Kemudian, ayah Pak karimun (Ki Man) juga mempelajari tari Topeng tersebut dan mancoba membuat topeng di Kedung Monggo, kecamatan Pakisaji, Malang.

Dan pada tahun 1993, ( alm ) Pak karimun belajar mencari topeng bersama ayahnya. Dan akhirnya beliau menjadi pengrajin topeng serta pendiri Sanggar Tari ASMOROBANGUN. Sekarang Sanggar Tari tersebut di kelola masyarakat sekitar dan yang memimpin adalah Bpk. Jumadi yang sampai sekarang ( th’ 2010-12-13 ) eksis di dunia Seni khususnya Topeng Malangan.

NB : Berbagai Sumber 

 Taurus Vocation

Selasa, 27 November 2012

Makam Karaeng Galesong, Ngantang

Sejarah menuturkan, perjuangan Karaeng Galesong berlanjut ke tanah Jawa. Ia berlabuh di wilayah timur pulau Jawa dengan jumlah pasukan yang besar. Belum ada data yang jelas namun ada yang mengatakan lebih dari 4.000 prajurit. Di masa itu di wilayah Jawa Timur terdapat dua penguasa besar dan ditakuti, yakni Adipati Anom di Mataram dan Trunojoyo di Madura. Kedua penguasa besar ini saling bermusuhan. Karaeng Galesong diakrabi oleh Trunojoyo dan mendapat restu menikahi keponakan Trunojoyo.

Pelarian Karaeng Galesong ke tanah Jawa dikarenakan kekalahan kerajaan Gowa oleh Belanda pada tahun 1669. Ia tidak ingin berada di bawah jajahan Belanda, karenanya memilih untuk meninggalkan tanah Gowa bersama beberapa kerabat kerajaan. Mereka antara lain Karaeng Tallo Sultan Harunnarrasyid Tumenanga ri Lampana dan Daeng Mangappa, saudara kandung Karaeng Tallo. Dua lainnya paling terkenal adalah Karaeng Galesong Tumenanga Ritappana, dan Karaeng Bontomarannu Tumma Bicara Butta Gowa
Sebelum perkawinan Karaeng Galesong, Trunojoyo meminta Karaeng Galesong dengan pasukannya membantu menyerang Gresik dan Surabaya yang berada dalam kekuasaan Adipati Anom, Pasukan Karaeng Galesong seperti ditulis ahli sejarah Belanda, Degraff, Karaeng Galesong berhasil mengobrak-abrik pasukan Adipatai Anom yang kemudian lari ke jawa Tengah.

Menurut catatan sejarah, pada 21 November 1679 sang panglima wafat di daerah Ngantang Kabupaten Malang. Kisah kematiannya diperoleh sejarawan Leonard Andaya dari Kolonel Archief, yang catatannya sekarang masih tersimpan rapi di Denhaag.

Abadi di Ngantang
Adalah Ngantang, sebuah daerah di kabupaten Malang, tidak jauh dari kota Batu yang menjadi peristirahatan terakhir sang karaeng. Daerah ini sejuk dan asri, dan di sinilah terdapat sebuah pemakaman yang luasnya sekitar seratus meter persegi, dengan beberapa pohon kamboja tua.

Suasana pemakaman nampak bersih, hanya terdapat beberapa batu nisan dengan tatanan batu bata tua yang sudah berlumut dan sebuah gundukan agak memojok dengan nisan yang telah berlumut pula. Diyakini makam ini adalah kerabat Karaeng Galesong. Tidak jauh dari gundukan tersebut, terdapat batu nisan dari marmer yang tampaknya belum begitu lama dipasang. Di sinilah makam Karaeng Galesong berada. Kuburan yang ditata dengan tumpukan batu bata dipenuhi lumut. Di antara nisan dan kuburan, berdiri tiang sekitar satu meter dengan bendera merah putih. Di bawah kibaran bendera terdapat tulisan kata “pejuang”.

Pada prasasti marmer di kuburan itu, terukir tulisan berwarna emas menggunakan bahasa Arab, yang terjemahan bebasnya berarti, “di sinilah dimakamkan seorang pejuang yang berjuang dijalan Allah.” Di bawah prasasti ini terdapat tulisan nama sebuah kelompok pengajian, yang menyebut diri warga Malang keturunan Galesong.

Bugis Makassar di Malang
Masyarakat Bugis Makassar memang banyak bermukim di Malang dan sekitarnya. Karaeng Galesong pun menjadi kebanggaan. Ziarah ke makam sang karaeng merupakan rutinitas. Dua tahun lalu, misalnya, masayarakat Sulawesi-Selatan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS Malang Raya) dan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi-Selatan (IKAMI Sul-Sel Cab. Malang) mengadakan acara memperingati hari korban 40.000 Jiwa, yang salah satu kegiatannya adalah berziarah ke makam Karaeng Galesong.

Salah satu artikel di buletin Anging Mamiri yang diterbitkan oleh KKSS Malang raya, Salahauddin Basir menuliskan bahwa Dr. Wahidin Sudirohusodo, motor pergerakan Budi Utomo masih merupakan keturunan Galesong. Pada tahun 60-an, seorang guru besar di Universitas Gajah Mada bernama Prof. Mr.Djojodiguno, pakar hukum yang terkenal, sering bertutur kepada mahasiswanya bahwa ia berdarah Makassar, merupakan keturunan Karaeng Galesong. Tentu kita juga masih ingat, Setiawan Djodi, seniman dan budayawan yang dinobatkan sebagai keturunan Karaeng Galesong beberapa tahun lalu.

Tepatnya di Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang,Jawa Timur (kira-kira 50km arah barat laut kota Malang), Dan menurut catatan di koran tersebut (lupa bawa karena ketinggalan di kampung), Karaeng Galesong adalah putra dari Sultan Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur yang melarikan diri ketika kerajaan Gowa/Bone dikalahkan Belanda dan melarikan diri ke tanah Jawa. Keberadaannya baru diketahui ketika ada upaya menjadikan Karaeng Galesong ini sebagai pahlawan nasional. Sampai-sampai data tentang desa tempat dia mengasingkan diri dicari sampai di buku-buku peninggalan Belanda di Musium Leiden.

Disebut Karaeng Galesong menetap dan dimakamkan di desa Hantang (sekarang Ngantang), beliau oleh warga setempat dipanggil Mbah Raja/Rojo. Dan benar tidaknya dia ini berasal dari Sulawesi Selatan telah dibenarkan oleh cicit Raja Bone terakhir yang akhirnya makam itu direnovasi oleh Pemerintah Daerah Bone dan kepala desa Kaumrejopun mendapat berkah dari situ karena diundang terbang ke Bone, Sulawesi Selatan sebagai wujud penghormatan atas terpeliharanya makam Mbah Raja alias Karaeng Galesong ini.

NB : Berbagai Sumber

Taurus Vocation

Pantai Sipelot, Tirtoyudo



Terletak di sebelah selatan kota Dampit tepatnya di desa Pujiharjo kabupaten Malang, Pantai Sipelot banyak menyimpan keindahan di dalmnya. Terdampar pasir putih yang luas serta perbukitan tinggi yang hijau, membuat Pantai Sipelot dijadikan oleh masyarakat sebagi tempat pelepas kejenuhan ditengah tengah kesibukan dalam menjalani rutinitas sehari hari...


Banyak orang bilang Pantai Sipelot tuh masih alami...ibarat cewek tuh masih perawan...Hee. Itu adalah kata yang cocok untuk menggambarkan susana pantai Sipelot. Dengan adanya sebuah muara kecil di ujung sebelah timur pantai semakin membuat kita betah untuk tinggal disana...

Muara sungai di ujung Timur Pantai Sipelot
Melihat kondisi pantai dan kehidupan penduduk disini.... jelas terlihat bahwa Sipelot jarang didatangi oleh wisatawan. Apalagi dijadikan tempat tujuan wisata. Rata-rata yang datang adalah orang-orang yang punya jiwa petualang dan hobi mendatangi tempat-tempat yang jarang dikunjungi.


Pantai yang masih sepi dan asri
Dengan hamparan pasir yang putih..., serta suasana desa yang sepi dan asri.... maka tidak salah kalau kita menyebut pantai ini merupakan salah satu pantai perawan di Malang Selatan.

Bagi penikmat wisata alam, pantai merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Tidak terkecuali Pantai Sipelot, Malang yang menyimpan keindahan di antara bukit kapurnya. Pantai ini masih sangat perawan, karena belum banyaknya pengunjung yang datang. Akan tetapi, pantai ini sudah menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, seperti lapangan parkir dan toilet.

Anda bisa menikmati kesegaran alami pantai dari atas perbukitan kapur yang ditumbuhi tumbuhan hijau. Dari sini pantai terlihat sangat cantik. Anda tentunya juga bisa menikmati segarnya basah-basahan di Pantai Sipelot. Malang Selatan mempunyai banyak sekali pantai yang tersembunyi, salah satunya adalah Pantai Sipelot ini. Pantai Sipelot atau juga dikenal dengan nama Pantai Pujiharjo ini terletak di sebelah selatan kota Dampit, tepatnya di Desa Pujiharjo Kab. Malang.

Pantai yang berbentuk teluk ini memiliki pasir pantai berwarna kecoklatan yang sangat indah. Keindahan ini semakin diperjelas dengan air laut yang berwarna biru yang masih jernih alami. Sayangnya, Ngalamers tidak bisa berenang di pantai ini karena ombaknya yang cukup besar. Panorama Pantai Sipelot semakin menawan dengan adanya Coban Sipelot, air terjun kecil dengan tinggi tidak lebih dari 10 meter. Air terjun ini cukup deras dan bisa dilihat dengan jelas dari bibir pantai.

Akses menuju Pantai Sipelot tergolong cukup mudah karena jalan sudah tidak berupa makadam. Selama perjalanan Ngalamers juga tidak akan merasa kepanasan karena di kiri kanan jalan terdapat banyak pepohonan yang rindang. Pantai ini memiliki jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Malang. Berhubung di Pantai Sipelot masih belum ada warung, Kalian sebaiknya membawa perbekalan sendiri. Namun semua keterbatasan ini tidak membuat Pantai Sipelot tidak layak untuk dikungjungi, justru keindahan Pantai Sipelot yang masih perawan ini pasti membuat kalian ingin datang dan datang lagi.
 
NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Pantai Jonggring Saloko, Donomulyo


Pantai Jonggring Saloka. Hmm, Jonggring Saloka? Seperti nama kawah Gunung Semeru ya? Yap, nama “Jonggring Saloka” selain digunakan semagai penyebutan kawah Gunung Semeru, juga digunakan sebagai nama sebuah pantai di barat daya Kabupaten Malang ini. Pantai Jonggring Saloka berada di daerah kecamatan Donomulyo, desa Sumberoto, Kabupaten Malang. Sekedar informasi, konon pantai ini merupakan pantai paling barat dari rangkaian pantai yang dimiliki Malang, dan setelah melewati pantai ini, bagian baratnya sudah masuk wilayah Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar.

Hmm, sebelumnya aku tidak percaya sih kalau pantai ini merupakan pantai paling barat di Kab. Malang, dan seindah apa sih pantainya? Maka dari itulah rasa penasaranku muncul, dan akhirnya aku pun memutuskan berangkat untuk mengeksplore daerah tersebut..hehehe

Pantai jonggring saloko terletak ± 11km dari desa donomulyo yaitu didesa mentaraman menuju dusun gondangtowo ujung selatan. Jalan menuju pantai yang juga tergolong sulit ,jalan berbatuan serta di kelilinggi pepohonan di ruas jalan, medan tanah liat yang ekstrim dan pabila kaluk musim penghujan menjadi medan lumpur dingin yang sangat menguras fisik dan tenaga sehingga pantai jonggring saloko saat ini jarang pengunjungnya. Selain jalannya yang rusak daerah pantai juga tak terawat dengan baik, gapura pantai terlihat kumuh bahkan terlihat angker ditambah dengan gubuk gubuk bekas warung dan tempat parkir yang hampir roboh.sebenarnya pantai jonggring saloko sangatlah indah dan menarik sebagai tempat rekreasi, yang mana terdapat beberapa lokasi, yaitu adanya bross, dan adanya cob belut.


Disore hari kita bisa melihat Sunset yang indah (matahari terbenam). dan saat sunset tiba, anda akan melihat betapa air laut berubah menjadi jingga terbias cahaya sang surya. Keelokkan berikutnya adalah COB BELUT. yang dimaksud dengan cob belut sebenarnya adalah Fenoma alam dimana ombak yang datang akan terhisap kesebuah lubang dan tak lama kemudian ketika ombak surut, lubang tersebut akan memuntahkan kembali air laut yang terhisap tadi keatas sehingga air laut kembali ada.Muntahan air tersebut akan berbentuk seperti payung raksasa jika anda melihat fenomena ini dari HIGH VIEW.


Fenomena alam berikutnya yang tak kalah dahsyatnya adalah  WATU NGEBROSSS .Kejadiaan alam ini sebenarnya hampir sama dengan cob belut hanya saja lubang yang menghisap air yang datang mempunyai celah sedikit lebih sempit sehingga tekanan air laut yang dikeluarkan lebih besar hingga mampu mengeluarkan suara BROSSS. Oleh Karena itu masyarakat sekitar memberi nama NGEBROSS yang berasal dari suara yang dikeluarkan oleh tekanan air laut.Butir – butir air yang keluar bersama semburan jika terkena sinar matahari yang terik akan membiaskan beragam warna seindah pelangi.

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation