Pages

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Malang Tempo Doeloe


Acara tahunan Kota Malang yaitu “Malang Tempo Doeloe” atau “Malang Kembali,”  lokasi penyelenggaraan Malang Tempo Doeloe (MTD) adalah di sepanjang Jalan Ijen yang memang memiliki catatan historis bagi Kota Malang. 
 
Sebanyak 500 stan berjajar di sepanjang jalan Ijen. Stan-stan tersebut selain menyajikan makanan-makanan tradisional tempo doeloe, seperti Es Gandul, Gulali, Jajanan Pasar, Kolak, Jadah dsb, beberapa stan juga menggelar benda-benda kuno, seperti mesin ketik, radio kuno, sepeda onthel, lampu, kursi, kamera, benda pusaka, perangko, pakaian batik, dan juga permainan anak-anak tempo doeloe seperti Gasing dll.
Selain itu, ada juga stan yang bisa memandu pengunjung untuk mengetahui lebih banyak tentang seni maupun ilmu pengetahuan. Juga dipajang dekorasi ruang tamu lengkap dengan perhiasan dan meja kursi tempo doeloe, sehingga jika kita berkesempatan untuk berfoto di tempat tersebut, maka seakan-akan kita sedang berada di rumah kuno.
Di luar stan, berjajar mobil-mobil kuno yang pernah digunakan oleh pejabat-pejabat tinggi negara kala itu. Banyak pengunjung memanfaatkan mobil-mobil tersebut untuk foto atau melihat-lihat secara lebih dekat “barang antik” tersebut.
Disamping stan-stan dan replika bangunan tempo doeloe, seperti replika Bank Indonesia, Sarinah dll, selama empat hari juga digelar panggung-panggung musik yang membawakan lagu-lagu Koes-Ploes. Pengunjung bisa ikut bernyanyi bersama diiringi oleh musisi-musisi lokal Kota Malang yang berpakaian ala Koes-Ploes tempo doeloe. Juga terdapat panggung untuk pergelaran wayang kulit bagi pengunjung yang mungkin berminat.
Dari pengamatan Tim Pesonamalangraya di lokasi, memang secara artistik kualitas dan nuansa “Tempo Doeloe” lebih kental dan terasa pada penyelenggaraan-penyelenggaraan  MTD sebelumnya, namun semoga itu bukan pertanda bahwa MTD semakin bernuansa “Bazaar daripada Tempo Doeloe.” Tujuan dasar dari gelar acara MTD yaitu pembelajaran bagi masyarakat modern agar lebih mengenal budaya masyarakat tempo doeloe harus tetap menjadi landasan utama, karena jika tidak, maka lambat-laun acara MTD akan berubah menjadi Bazaar dan nuansa tempo doeloe hanyalah tempelan atau temanya saja. Tentu saja kita semua tidak ingin hal tersebut terjadi.
Semoga acara MTD di tahun-tahun mendatang dapat lebih baik dan tidak bergeser dari tujuan dasar, karena yang dicari dalam acara seperti ini adalah pembelajaran dan pengenalan budaya tempo doeloe. Semoga tema MTD tahun ini yaitu  “Malang Road to World Heritage Site” atau “Malang Menuju Kota Warisan Dunia” benar-benar dapat menjadi sebuah kenyataan.
NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Minggu, 25 November 2012

Wisata Payung, Puncaknya Kota Batu



Kawasan Wisata Payung pastinya sudah sangat akrab di masyarakat Jawa Timur terutama masyarakat Malang Raya sendiri. Kawasan Payung terkenal akan tempat yang strategis untuk melihat keindahan Kota Wisata Batu yang berada di bawah Kawasan Wisata Payung ini. Objek wisata payung ini sendiri berlokasi di Jalan Raya Pujon, Malang Utara ( sebelah kanan jalan dari arah Batu ke arah Jombang ). Tidak salah jika setiap malam minggu tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal yang ingin menghabiskan malam dengan melihat keindahan Kota Batu dari dataran tinggi Payung. Udara dingin dan sejuk pastinya selalu menemani kunjungan Anda disana hingga menjelang larut malam, jadi pastikan jika Anda berkunjung ke kawasan wisata payung ini diharapkan menggunakan pakaian tebal agar tetap nyaman selama menikmati nuansa  malam Kota Batu yang menakjubkan.

Kawasan Wisata Payung sendiri terbagi dalam 3 bagian, yakni Payung 1, Payung 2, dan Payung 3. Dan setiap kawasan payung berdiri kokoh warung warung makanan dan minuman ringan yang siap menemani Anda ketika Anda berkunjung disana. Dengan ditemani beragam makanan dan minuman hangat, pastinya akan membuat Anda betah disana hingga larut malam. Menu yang paling terkenal di Kawasan Wisata Payung ini adalah jagung bakar dan olahan susu milik KUD Batu, selain itu masih ada juga roti bakar, bakso, mie rebus / mie goreng, hingga beragam minuman lainnya yang siap menemani malam Anda disana.

Payung adalah tempat berkumpulnya warung tenda permanen yang terletak di sepanjang jalan Kota Batu bagian atas hingga mendekati Pujon, beberapa puluh meter sebelum memasuki patung sapi desa Sebaluh. Lokasinya berjejer tepat dibibir jurang sepanjang jalan. Warung-warungnya kebanyakan hanya buka pada malam sampai menjelang pagi hari namun beberapa juga buka pada siang hari. Dari sini tampak pemandangan kota Batu dari arah yang lebih tinggi, tampak indah dan spektakuler apalagi di malam hari dengan kerlap-kerlip lampunya yang bertebaran. Jalan menuju Payung dari arah Batu cukup menanjak dan meliuk-liuk, berjarak sekitar 6 km dari pusat kota dan bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit. Hampir semua warung terbuat dari bambu yang berbentuk rumah panggung sehingga pengunjung akan merasa melayang diatas jurang. Dibawah jurang terlihat lebatnya hutan pinus, sawah yang menghijau, vila-vila dan perkampungan penduduk.


Asal nama Payung, dahulu terdapat sebuah tempat yang atapnya berbentuk payung yang dinamakan payung pandang yang dimaksud dengan payung pandang adalah apabila berada dibawah bentuk berupa payung tersebut, maka akan dapat memandangi daerah Songgoriti, Batu dan sekitarnya. Sejarah terbentuknya Payung dimulai pada tahun 1970, beberapa orang menjual jagung dari pagi sampai sore. Saat itu belum terdapat kios dan warung. Lalu pada tahun 1981 terdapat beberapa penjual yang memiliki kios, sementara pedagang yang lain menggunakan tenda. Sekarang sudah ada puluhan warung yang tersebar dalam tiga lokasi Payung Satu, Dua dan Tiga. Kini Payung telah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di kabupaten Malang, walaupun sebenarnya yang dijual bukanlah makanannya tapi lebih ke arah suasananya. Payung menjadi pilihan terbaik bagi muda-mudi yang ingin nokrong sepanjang malam dengan teman-teman ataupun bersama kekasih hati.
Menu-menu yang dijual di kompleks warung tenda ini rata-rata hampir sama. Kebanyakan adalah jagung bakar, roti bakar, bakso dan aneka gorengan. Minuman andalannya adalah STMJ (susu telor madu jahe) dengan susu segar asli dari desa Sebaluh, kopi tubruk dan sari jahe murni. Banyak juga warung yang menjual nasi goreng, ikan bakar, ayam dan tempe penyet. Mengingat sebagian besar pemilik warung adalah penduduk Pujon dimana kebanyakan mereka adalah peternak sapi perah, tak heran jika susu segar yang ditawarkan di Payung benar-beanr fresh from the oven. 

NB : Berbagai Sumber 

 Taurus Vocation

Rumah Makan Inggil Klojen

Rumah Makan Inggil - WisataMalang.com

Berlokasi di Jl. Gajahmada, berciri khas etnik Jawa Timur didekor lengkap mirip galeri dengan koleksi benda kuno jaman kolonial yang bikin ngiler pengunjung. Masakan pilihan saya : Sambal Pencit yang cocok dengan Gurame Goreng atau Bakar. Momen terbaik jika Anda bersantap malam sebab suasana amat mendukung jika Anda ingin mengalami nuansa jaman kolonial dengan diiringi live music lagu-lagu tempo doeloe. Ditambah sentuhan pakaian daerah dari para pramusaji-nya yang ramah.
Rumah Inggil yang terletak di Jalan Gajah Mada Malang ini memiliki bangunan kuno peninggalan jaman Belanda dan juga memiliki benda-benda kuno ataupun hal-hal yang berkaitan dengan Malang Tempo Doeloe. Rumah Inggil ini memiliki menu andalan yaitu ayam goreng atau bakar dan ikan segar.

Jika anda merupakan orang yang gemar berwisata kuliner dan menyukai suasana tempo dulu, rasanya belum lengkap jika anda belum berkunjung ke rumah makan ini. Sebuah rumah makan yang tidak hanya menyajikan berbagai ragam kuliner nusantara saja, melainkan suasana yang disajikan pun cukup unik. Sepintas jika anda melihat bangunan rumah makan ini dari luar, seperti terkesan sebuah penginapan bernuansa budaya klasik jawa, namun ketika anda dibawa masuk ke dalam ruangan lebih jauh lagi, anda akan dihadapkan sebuah suasana Malang Tempo Dulu. Rumah makan ini lebih mirip dengan museum advertorial tempo dulu, di mana terdapat pemandangan yang cukup menarik dengan berjejernya foto-foto kota malang tempo dulu, berikut iklan-iklan yang dahulu cukup populer dikalangan masyarakat malang tempo dulu.

Letak rumah makan ini berada di lokasi strategis yaitu di wilayah alun-alun bunder atau tugu. Berada persis di belakang Balai Kota Malang dan berseberangan langsung dengan Hotel Aloha, serta lokasi yang sangat mudah dijangkau bagi tamu dari luar kota yang datang ke Malang menggunakan kereta api karena jaraknya memang sangat berdekatan sekali. Anda bisa berjalan kaki dari stasiun kira-kira 500 meter ke arah barat sambil menikmati suasana komplek Tugu dan begitu mendekati gedung DPRD kota malang, anda bisa masuk ke dalam sebuah jalan kecil ke arah selatan atau jika anda menggunakan angkuta umum, anda bisa memilih untuk naik angkutan umum jalur ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari)AG (Arjosari Gadang) dari stasiun kereta api dan bilang saja ke sopirnya untuk berhenti di Balai Kota Malang, Yang jelas bagi siapa saja, untuk menjangkau rumah makan ini tidak lah sulit, cukup bertanya pada masyarakat sekitar, anda sudah bisa sampai di Rumah Makan ini.

Rumah Makan Inggil - WisataMalang.com
  Begitu anda sampai di rumah makan ini anda akan bertemu dengan pelayan yang biasa berjaga di depan pelataran dan dengan ramahnya anda akan diantarkan ke meja pilihan anda. Di rumah makan ini anda bisa memilih meja makan lesehan atau duduk seperti kebanyakan rumah makan, terserah selera anda masing-masing. Yang jelas begitu anda duduk di meja, anda akan segera di suguhkan berbagai daftar menu makanan dan minuman khas jawa, walau demikian , tidak sedikit pula makanan dan minuman yang umum dijumpai di warung-warung makan kebanyakan. Harga yang ditawarkan pun cukup masuk akal dan tidak begitu mahal.

 NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation