Pages

Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Kebun Teh Wonosari, Lawang

 Sudah lama rasanya tak mampir kesalah satu wisata alam terasyik di kota malang ini.
Siapkan bensin full untuk jaga2, krn jalannya cukup menanjak dan biasanya utk motor butuh bensin agak boros.

Ada 2 jalan, bisa masuk lewat dr pasar lawang ato dpn stasiun lawang
Tapi yg pasti musti ketemu gapura dibawah ini;

 sampe ketemu penampakan kebun teh;

 Murah bukan?! utk menikmati alam kebun teh yg sejuk, melepas penat dan stress dgn udara segar alami.

Yang paling menyenangkan adalah view hijau diantara pandangan mata sekitar.
Cara yg paling menyenangkan adalah berjalan2 diantar hijau daun teh.
Siapkan jg kamera agar bisa mengabadikan momen2 bagus ditempat ini, agar tak menyesal mengenangnya :) 

Selaen berkuda, ada taman bermain buat anak2,kolam renang , tempat perkemahan, juga penginapan jika ingin melewatkan malam di sini... hm., kalo malam dinginnya seperti apa ya .
Tak  rugi rasanya memasukkan tempat ini sebagai daftar wisata wajib!


Selamat menikmati


NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Paralayang Gunung Banyak, Batu





Wisata paralayang di kota Batu adalah salah satu pilihan favorit para turis penikmat keindahan alam. Berada di ketinggian Kota Batu, lokasi wisata ini dengan mudah bisa dijangkau baik menggunakan mobil maupun sepeda motor. Untuk masuk ke wilayah wisata paralayang ini tidak di-charge apapun, cukup dengan membayar parkir kita bisa memasuki lokasi wisata paralayang.

Dalam olahraga ini, keselamatan adalah halpaling utama yang harus senantiasa diperhatikan. Bagi Anda yang belum menguasai olahraga ini secara mandiri, disediakan partner yang berpengalaman dan memiliki kualifikasi sebagai atlit paralayang untuk melayani tandem. Bebarapa instrument yang biasa dipakai adalah variometer (untuk mengukur tekanan udara, tingkat akselerasi peruabahan ketinggian), HT, dan GPS.

Dan bila kita tertarik dan tertantang untuk mencoba sensasi melayang di udara dengan pemandangan yang menakjubkan, menikmati hamparan hijaunya dalam terpaan angin segar di ketinggain … tunggu apa lagi, coba dan rasakan pengalaman dan sensasi yang tak terlupakan …

Paralayang merupakan salah satu olahraga dirgantara yang memacu adrenalin dan memerlukan keberanian tinggi untuk terbang dari ketinggian dengan memakai payung sebagai alat terbang.

Add caption
Pada tahun 1995 lokasi pertama berada di Desa Jurangrejo, untuk membuka objek TNI AU Abdurrahman Saleh membabat hutan alas, akan tetapi karena aksesbilitas, transportasi dan lokasi yang sulit, akhirnya lokasi dipindah ke Gunung Banyak. Lokasi di Gunung Banyak dibuka pada tahun 1997 oleh TNI AU Abdurrahman Saleh.
Konon cerita menurut masyarakat setempat nama Gunung Banyak berasal dari kepercayaan masyarakat tentang seorang bidadari yang mengawasi Desa Songgokerto dan Kawasan Batu dari puncak gunung yang menjelma menjadi seekor angsa (banyak), ada juga yang mengatakan menjelma menjadi seekor rusa.

Puncak Gunung Banyak juga sering digunakan sebagai tempat ritual untuk mendekatkan diri pada sang Pencipta, kepercayaan masyarakat bahwa puncak gunung merupakan tempat yang paling dekat dengan sang Pencipta. Pelaksananaan ritual dilakukan pada hari-hari tertentu (selasa kliwon). 

Banyak wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Paralayang diantaranya wisatawan domestik dan mancanegara. Untuk wisatawan domestik berasal dari Luar Kota Batu seperti Malang, Surbaya, Sidorajo, Pasuruan, Kediri bahkan dari luar propinsi Jawa Timur, sedangkan wisatawan mancanegara berasal dari Perancis, Swiss, Kanada, Spanyol, Belanda.

Selain sebagai Objek Wisata Paralayang sering juga digunakan sebagai tempat penyelenggaraan even-even dengan skala nasional maupun internasional diantaranya pada tahun 1998 digunakan untuk even Kejuaran Tingkat Daerah, tahun 1999 Kejuaran Tingkt Nasional, dan pada tahun 2000 digunakan sebagai tempat penyelenggaraan PON (Pekan Olah Raga Nasional).

Lokasi
Gunung Banyak, ketinggian 1340 dpl, berada di Kawasan Wisata Desa Songgokerto, Batu MALANG 

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Gunung kawi, Wonosari

Seperti dataran tinggi lainnya, Gunung Kawi menawarkan keindahan pegunungan asri dengan udara yang menyegarkan. Lebih dari itu, Gunung Kawi ternyata memiliki magnet lain yang sangat kuat sebagai daya tarik. Bagi sebagian orang, Gunung Kawi adalah salah satu tujuan wisata religius sekaligus simbol kemakmuran. Pesarehan Gunung Kawi merupakan daerah wisata yang unik, karena bertahun-tahun memendam mitos bahwa daerah ini merupakan tempat untuk mencari ‘pesugihan’ atau kekayaan, terutama bagi orang-orang keturunan Tionghoa. Siapapun yang datang ke sini dan mendapatkan berkah maka usahanya akan maju dengan pesat dan meraih keuntungan yang berlipat-lipat. Yang paling menarik adalah hampir tiap tahun pesarehan ini penuh sesak dengan peziarah. Dan kebanyakkan mereka adalah orang-orang yang pernah datang kesini sebelumnya. Mereka kembali karena telah mendapatkan ’pesugihan’ itu dan supaya tetap langgeng mereka harus datang lagi sesering mungkin. Konon banyak juga pengusaha etnis China ternama dari Jakarta yang sering datang ke tempat ini.

Kawasan Gunung Kawi, terletak di ketinggian 500 sampai dengan 3000 meter di atas permukaan laut. Persisnya berada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang Jawa Timur. Dulu daerah ini disebut Ngajum. Sekarang berubah menjadi Wonosari, ‘wono’ berarti hutan, sedangkan ‘sari’ berarti inti. Namun bagi warga setempat, Wonosari dimaksudkan sebagai pusat rezeki yang dapat menghasilkan uang secara cepat.

Gunung Kawi berkembang menjadi daerah tujuan wisata ziarah sejak tahun 1980-an. Meskipun terletak terpencil di sebuah desa di atas bukit tapi Anda akan menemukan keramaian yang luar biasa layaknya sebuah perkampungan di kota. Di sini ada banyak tempat hiburan malam, penginapan, restoran dan warung-warung kaki lima yang berjejeran di sepanjang kanan kiri jalan menuju komplek pesarehan. Padahal menuju daerah ini, sepanjang perjalanan anda masih tetap disuguhi pemandangan pedesaan dan pegunungan yang tenang dan sepi. Daerah sekitar pesarehan ini merupakan daerah pertanian yang subur, penghasil ketela ungu Gunung Kawi yang terkenal itu, sejenis ketela rambat kecil-kecil berwarna ungu yang rasanya manis sekali. Ketela ini banyak dijual di area pesarehan sebagai oleh-oleh khas Gunung Kawi.


Dari kota Malang, Anda bisa menggunakan bis antar kota Malang-Blitar turun di Kepanjen, kemudian dilanjutkan naik mikrolet menuju Gunung Kawi sepanjang 18 km. Tarif bis antar kotanya cukup murah Rp 2.000 namun mikroletnya cukup mahal Rp. 15.000. Untuk arah kembalinya cukup sulit karena melewati jam 3 sore sudah jarang ditemukan. Sebaiknya memesan mikrolet yang Anda tumpangi dari awal dengan tarif Rp. 45.000, supirnya akan menunggu sampai Anda selesai menjelajah pesarehan. Kalau ingin menginap, penginapan kelas melati banyak tersedia.

Di Gunung Kawi terdapat dua makam tokoh kejawen; RM Imam Soedjono (wafat 8 Februari 1876) dan Kanjeng Zakaria II alias Mbah Djoego (wafat 22 Januari 1871). Keterangan tertulis di prasasti depan makam menyebutkan, Mbah Djoego ini buyut dari Susuhanan Pakubuwono I (yang memerintah Kraton Kertosuro 1705-1717). Adapun RM Imam Soedjono buyut dari Sultan Hamengku Buwono I (memerintah Kraton Jogjakarta pada 1755-1892).

Berkunjung ke kawasan Gunung Kawi, suasana magisnya sangat terasa. Bau asap dupa tercium di mana-mana. Biasanya masyarakat melakukan pemujaan di pesarehan pada hari Kamis Legi, Jumat Kliwon dan malam Sabtu Suro. Pemujaan dilakukan dengan meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan hingga berbulan-bulan. Untuk memasuki pasarean ini, harus melewati tiga gapura dan anak tangga sejauh 750 meter. Di setiap gapura terdapat relief perjuangan Eyang Jugo dan Sujo. Jalan menuju pesarehan merupakan pedestrian yang cukup luas, di kanan-kiri jalan banyak lapak-lapak berjualan aneka kuliner, bunga untuk sesaji dan oleh-oleh khas Gunung Kawi. Terlihat juga banyak lapak yang berjualan bibit pohon Dewandaru. Sementara kuliner yang dijual kebanyakan adalah jajanan kuno khas Jawa Timur seperti rujak cingur, lupis, gatot, horok-horok, bledus, dll.

Tidak ada persyaratan khusus untuk berziarah ke tempat ini, hanya membawa bunga sesaji, dan menyisipkan uang secara sukarela. Namun para pezirah yakin, semakin banyak mengeluarkan uang atau sesaji, semakin banyak berkah yang akan didapat. Untuk masuk ke makam keramat, para peziarah bersikap seperti hendak menghadap raja. mereka berjalan dengan lutut. Menurut RM Nanang Yuwono Hadiprojo, keturunan ke-5 RM Imam Sujono. Image bahwa tempat ini sebagai tempat pesugihan adalah tidak beralasan. Tempat pesugihan itu memiliki beberapa kriteria, antara lain, tempatnya menyeramkan, jauh dari pemukiman masyarakat, dan tidak ada tempat ibadah. Sementara di tempat ini, tempatnya tidak menyeramkan, dekat dengan pemukiman masyarakat, dan banyak tempat ibadah.

Sementara di luar makam, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Pohon itulah yang disebut pohon dewandaru, pohon kesabaran. Dari bentuknya, pohon ini mirip pohon ceremai, yang diduga berasal dari negeri Cina. Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini aman. Untuk mendapat keberuntungan, para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Namun, untuk mendapatkannya memerlukan kesabaran. Hitungannya bukan hanya, jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran. Sepeti halnya pada malam Jumat Legi ini, salah seorang peziarah melakukan syukuran dengan menggelar pementasan wayang kulit. Gunung Kawi memang dikenal sebagai tempat untuk mencari pesugihan. Mitos ini diyakini banyak orang, terutama oleh mereka yang sudah merasakan berkahnya. Fact or Myth? Let's prove it!

Tip
*Untuk yang tidak ingin menginap sebaiknya menyewa mobil sendiri dan supirnya dari kota Malang supaya bisa lebih lama dan tidak tergantung dengan ketersediaan angkutan.
*Di area pesarehan banyak guide lokal yang menawarkan jasa, jika Anda merasa tidak membutuhkan tolak dari awal supaya tidak mengikuti Anda terus.
*Oleh-oleh yang dijual bisa ditawar sampai 30% lebih murah. Harga yang Anda dapatkan bergantung pada kepandaian Anda bernegoisasi dengan penjual.
*Sebaiknya jangan memotret di dalam area pesarean dan belilah bunga untuk menghormati meskipun bukan suatu keharusan.

 NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation