Pages

Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Perpustakaan Kota Malang

Perpustakaan Umum Kota Malang yang memiliki motto: “Pelayanan Sepenuh Hati; Membangun Indonesia Melalui Buku” ini, merupakan salah satu sarana umum bagi masyarakat yang gemar membaca ataupun bagi pelajar dan mahasiswa yang memerlukan informasi melalui media buku. Perpustakaan yang selesai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1965 atas sumbangsih OPS Rokok Kretek dan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1966 oleh Pemda Kotamadya Dati II Malang tersebut, dibangun kembali pada akhir tahun 2003 dan diresmikan tanggal 23 Desember 2004 oleh Walikota Malang Drs. Peni Suparto.
Desain eksteriornya juga sudah berubah total. Kalo dulu berwarna putih dan terkesan sepi, kini warnanya diganti dengan warna kuning dan oranye yang mencolok serta desain bangunannya juga sudah bergaya modern. Mungkin warna mencolok ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat tentang sebuah perpustakaan yang biasanya sepi, kurang terawat, dan hanya untuk kalangan terbatas. Desain interiornya kini juga sudah memenuhi standar modern, nyaman, bersih, rapi, dan sesuai dengan tuntutan zaman pada saat ini. Hal ini terbukti dengan adanya fasilitas Hot-Spot, katalog perpustakaan yang sudah menggunakan sistem komputer, ruang baca yang cukup nyaman, serta sarana fotocopy bagi yang ingin menyalin isi dari sebuah buku.
Ruang Baca Anak-anak
Sistem administrasinya juga sudah dibenahi. Mulai dari petugas yang melayani pendaftaran anggota baru, peminjaman dan pengembalian buku, serta fasilitas locker bagi pengunjung untuk menyimpan tas atau bungkusan yang memang dilarang untuk dibawa masuk ke area perpustakaan.
Suasana di Lantai Pertama dan Locker
Pengunjung juga dilarang membawa makanan dan minuman ke area perpustakaan, serta dilarang merokok.  Secara garis besar perpustakaan ini memang dibagi menjadi tiga ruang utama; lantai pertama untuk ruang baca anak-anak, informasi, kantin, terima tamu, fotocopy, tempat pendaftaran anggota baru, serta locker.
Ruang Baca Anak didesain dengan warna-warna cerah khas anak-anak disertai gambar-gambar yang menarik perhatian; buku-buku yang disajikan juga lumayan lengkap mulai dari cergam, komik, hingga buku-buku pengetahuan ringan. Lalu ada satu ruang di bagian belakang perpustakaan untuk aneka macam pameran seperti pameran lukisan, foto, buku, serta kegiatan lainnya.
Katalog dengan Komputer dan Ruang Baca di Lantai Dua
Ruang utama ada di lantai dua yang berisi buku-buku umum, ruang baca, dan internet.
Layanan Perpustakaan Kota Malang meliputi :
  • Layanan Peminjaman Buku
  • Layanan Perpustakaan Keliling
  • Layanan Penelusuran Bahan Pustaka
  • Layanan Layanan Referensi
  • Layanan CD Interaktif
Jam Buka Layanan
  • Senin – Jum’at : 08.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu : 09.00 – 16.00 WIB
  • Minggu : 09.00 – 15.30 WIB
  • Hari Libur Nasional : 09.00 – 16.00 WIB
Ruang Baca Untuk Umum
Fasilitas Perpustakaan :
• Penelusuran Bahan Pustaka
• Data Penelitian
• CD Ilmu Pengetahuan
• Sarana Bermain Anak
• Warung Internet
• Ruang Pertemuan
• Hotspot
• Bis Layanan Keliling
• Ruang Baca Anak
• Bedah Buku
• Ruang Baca Umum
• Cafe
• Ruang Pameran
• Ruang Publik
• Ruang Diskusi


Koleksi Buku :
  • Jumlah Buku : 42.819
  • Jumlah Judul : 26.155
  • Referensi : 5.060
  • Umum : 27.506
  • Anak-anak : 5.765
Sebagian Koleksi Buku-buku
Pendaftaran Anggota :
  • Mengisi Formulir Pendaftaran
  • Berdomisili di Kota Malang
  • Melampirkan fotocopy KTP/KTM
  • Menyerahkan 3 lembar foto 2×3 cm
  • Kartu Anggota berlaku 1 tahun mulai saat pendaftaran
  • Kartu Anggota tidak dapat digunakan oleh orang lain
Peminjaman Bahan Pustaka :
  • Peminjaman dilakukan menggunakan kartu anggota
  • Jumlah maksimum peminjaman 2 (dua) eksemplar
  • Lama peminjaman maksimum 7 (tujuh) hari dan dapat diperpanjang 2x peminjaman
  • Untuk peminjaman berikutnya harus mengembalikan peminjaman sebelumnya
  • Untuk buku referensi, skripsi, tugas akhir, dan terbitan berkala atau serial tidak dapat dibawa pulang
Sanksi :
Keterlambatan pengembalian bahan pustaka dikenakan sanksi denda sebesar Rp 500,oo per hari untuk satu buku.
Kehilangan buku dikenai biaya Rp 5.000,00 per buku ditambah penggantian buku dapat berupa buku yang sama atau uang sejumlah :
  • 1 x harga buku untuk buku dalam negeri
  • 2 x harga buku untuk buku langka dalam negeri
  • 3 x harga buku untuk buku luar negeri
Perbaikan atas kerusakan buku dapat dilakukan oleh petugas maupun peminjam atas izin dari petugas.
Pencurian/merobek atau merusak bahan pustaka dikenai sanksi perihal perusakan fasilitas umum.

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Malang Tempo Doeloe


Acara tahunan Kota Malang yaitu “Malang Tempo Doeloe” atau “Malang Kembali,”  lokasi penyelenggaraan Malang Tempo Doeloe (MTD) adalah di sepanjang Jalan Ijen yang memang memiliki catatan historis bagi Kota Malang. 
 
Sebanyak 500 stan berjajar di sepanjang jalan Ijen. Stan-stan tersebut selain menyajikan makanan-makanan tradisional tempo doeloe, seperti Es Gandul, Gulali, Jajanan Pasar, Kolak, Jadah dsb, beberapa stan juga menggelar benda-benda kuno, seperti mesin ketik, radio kuno, sepeda onthel, lampu, kursi, kamera, benda pusaka, perangko, pakaian batik, dan juga permainan anak-anak tempo doeloe seperti Gasing dll.
Selain itu, ada juga stan yang bisa memandu pengunjung untuk mengetahui lebih banyak tentang seni maupun ilmu pengetahuan. Juga dipajang dekorasi ruang tamu lengkap dengan perhiasan dan meja kursi tempo doeloe, sehingga jika kita berkesempatan untuk berfoto di tempat tersebut, maka seakan-akan kita sedang berada di rumah kuno.
Di luar stan, berjajar mobil-mobil kuno yang pernah digunakan oleh pejabat-pejabat tinggi negara kala itu. Banyak pengunjung memanfaatkan mobil-mobil tersebut untuk foto atau melihat-lihat secara lebih dekat “barang antik” tersebut.
Disamping stan-stan dan replika bangunan tempo doeloe, seperti replika Bank Indonesia, Sarinah dll, selama empat hari juga digelar panggung-panggung musik yang membawakan lagu-lagu Koes-Ploes. Pengunjung bisa ikut bernyanyi bersama diiringi oleh musisi-musisi lokal Kota Malang yang berpakaian ala Koes-Ploes tempo doeloe. Juga terdapat panggung untuk pergelaran wayang kulit bagi pengunjung yang mungkin berminat.
Dari pengamatan Tim Pesonamalangraya di lokasi, memang secara artistik kualitas dan nuansa “Tempo Doeloe” lebih kental dan terasa pada penyelenggaraan-penyelenggaraan  MTD sebelumnya, namun semoga itu bukan pertanda bahwa MTD semakin bernuansa “Bazaar daripada Tempo Doeloe.” Tujuan dasar dari gelar acara MTD yaitu pembelajaran bagi masyarakat modern agar lebih mengenal budaya masyarakat tempo doeloe harus tetap menjadi landasan utama, karena jika tidak, maka lambat-laun acara MTD akan berubah menjadi Bazaar dan nuansa tempo doeloe hanyalah tempelan atau temanya saja. Tentu saja kita semua tidak ingin hal tersebut terjadi.
Semoga acara MTD di tahun-tahun mendatang dapat lebih baik dan tidak bergeser dari tujuan dasar, karena yang dicari dalam acara seperti ini adalah pembelajaran dan pengenalan budaya tempo doeloe. Semoga tema MTD tahun ini yaitu  “Malang Road to World Heritage Site” atau “Malang Menuju Kota Warisan Dunia” benar-benar dapat menjadi sebuah kenyataan.
NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Rabu, 28 November 2012

Museum Brawijaya, Kota Malang

 Museum Brawijaya. Berbeda dengan tempat wisata yang lain. Museum adalah tempat wisata yang bertujuan untuk mengingatkan kita pada kejadian di masa lampau. Dan merupakan wisata sejarah dan kejuangan yang banyak memberikan pendidikan sejarah bagi pelajar maupun kalangan umum yang berkunjung. Begitu juga museum brawijaya yang berada di kota Malang. Museum ini berisi benda-benda bersejarah pada zaman perang kemerdekaan hingga koleksi foto-foto malang pada tempo dulu.Terletak di jalan Ijen no 25 Malang. Museum brawijaya diresmikan pada tanggal 4 mei 1968.Dengan luas mencapai 6825 m2, terbagi atas 2 area utama. Yaitu area pamer dan perkantoran.
Di depan museum dipajang koleksi tank yang digunakan pada pertempuran 10 november 1945 di Surabaya Kemudian senjata penangkis serangan udara yang disita oleh BKR pada September 1945 dari tangan tentara Jepang. Meriam cannon 3,5 Inch yang diberi nama “Si buang”. Tank AMP-Track yang digunakan dalam pertempuran para pejuang TRIP.
Koleksi di dalam museum juga tak kalah menarik. Antara lain koleksi senjata yang digunakan pada zaman kemerdekaan. Foto-foto jaman perang kemerdekaan. Foto-foto pemberontakan. Foto-foto Malang Tempo Dulu, komputer jadul jaman dahulu kala yang cukup besar walau hanya digunakan untuk menghitung, benda peninggalan panglima besar Sudirman dan lain-lain. Terdapat juga gerbong maut yang menjadi ikon dari museum ini.
Semboyan dari museum Brawijaya Malang adalah “Citra Uthapana Cakra”. Dari bahasa San sekerta Citra berarti Sinar, Uthapana berarti Yang Membangkitkan, dan Cakra adalah Kekuatan. Berarti jika disatukan arti semboyan tersebut mempunyai makna “Sinar Yang Membangkitkan Kekuatan”.

Untuk pengunjung, Museum Brawijaya Malang terhitung cukup terkenal, mulai dari sabang sampai merauke, bahkan dari luar negeri juga pernah mengunjungi Museum tersebut, diantaranya Australia, Jepang, China, Amerika dan Negara-negara besar lainnya

Ayo bantu melestarikan peninggalan sejarah dengan datang ke museum, tiket masuk sekitar Rp.2000 untuk perawatan benda-benda peninggalan sejarah bangsa kita.

NB : Berbagai Sumber

Taurus Vocation

Toko Buku Wilis

 Toko Buku Bekas Wilis. Kota Malang yang juga sering kali disebut sebagai kota pelajar, memang menyediakan begitu banyak fasilitas yang sangat mendukung untuk menunjang julukan tersebut. Adanya perpustakaan umum dengan desain modern yang koleksi bukunya cukup lengkap membuat tempat tersebut menjadi ajang untuk menggali informasi ilmiah. Tersedia juga toko-toko buku besar seperti Gramedia dan Togamas sehingga semakin menambah khasanah bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu.
Pasar Buku Wilis yang berlokasi di Jalan Simpang Wilis Malang, juga mempunyai visi yang sama yaitu menyediakan kebutuhan masyarakat akan ilmu melalui penjualan buku-buku dan majalah-majalah bekas. Pasar buku bekas atau buku loakan ini dulu terletak di Jalan Majapahit. Di sepanjang Jalan Majapahit yang dulu oleh masyarakat setempat disebut dengan Blok-M tersebut berjajar dan berdesak-desakan bedak-bedak semi permanen yang menjual ribuan buku bekas mulai dari yang masih menggunakan bahasa Belanda, Inggris, Jerman, dan bahasa Indonesia ejaan lama. Tiap hari bedak-bedak ini dikunjungi oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan juga masyarakat umum yang berburu buku-buku bekas dengan harga yang tentunya jauh lebih murah dibanding buku asli yang masih baru. Mungkin karena kondisi bedak-bedak yang tidak teratur dan terlihat kotor, ditambah kondisi jalan yang menjadi macet di jam-jam tertentu, pemerintah kemudian merelokasi bedak-bedak ini ke tempat baru di Jalan Simpang Wilis dengan bedak-bedak yang permanen, rapi, dan tentunya lebih nyaman.

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Taman Krida Budaya, Kota Malang


Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian “BANTENGAN” kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli malang.

Pendopo merupakan bagian terdepan dari susunan rumah tinggal tradisional Jawa. Sifatnya yang terbuka, monumental dan menjadi simpul massa membuat pendopo sering dijadikan sebagai tempat menerima tamu, ajang seremonial dan pertunjukan seni. Identitas rumah Jawa seringkali ditandai oleh bangunan jenis pendopo. Karena bentuknya yang monumental dan asosiatif terhadap identitas Jawa inilah pendopo sering dihadirkan sebagai fasilitas sosial budaya di Jawa atau bangunan pemerintahan yang berfungsi menerima khalayak umum.

Untuk mendapatkan hasil transformasi yang memadai maka kajian sejarah dan makna dibalik falsafah pendopo akan menjadi titik tolak dari perancangan pendopo yang bertransformasi. Kasus penerapan transformasi adalah fasilitas Taman Krida Budaya Malang. Taman Krida Budaya Malang memiliki pendopo besar sebagai fasilitas utama. Hasil penerapan transformasi menghasilkan dua pendopo baru yang mengakomodasi dua kegiatan; kegiatan urban yang cenderung bebas dan kegiatan budaya ritual yang bersifat formal. Dua pendopo ini memiliki bentuk yang berbeda karena kegiatan yang diwadahi. Pendopo luar berbentuk informal sebagai hasil transformasi dengan metode distorsi dan analogi. Sedangkan pendopo dalam berbentuk orisinal-formal sebagai cerminan asal musal pendopo. Pertimbangan sosial pada ruang perkotaan membuat fasilitas ini juga menyumbangkan ruangnya sebagai aktifitas publik yang bebas diakses selama sepanjang hari. Fasilitas budaya Jawa yang hidup sepanjang waktu dan bebas dipakai oleh semua orang adalah tujuan dari penerapan kasus transformasi Taman Krida Budaya Malang.

Taman Krida Budaya Jawa Timur yang lokasinya berada di ruas JL Soekarno Hatta merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan Seni Budaya dan Pariwisata Jawa Timur dan Malang dan merupakan salah satu taman rekreasi di kota Malang. Taman Krida Budaya termasuk salah satu dari taman kota yang ada di Malang, hal ini dikarenakan Taman Krida Budaya lokasinya terletak di ruas Jl. Soekarno Hatta yang masih berada di kawasan Malang kota, masyarakat kota menggunakan fasilitas yang ada di Taman Krida Budaya untuk melakukan beberapa aktivitas mereka baik itu untuk rekreasi, berwisata, liburan, pameran ataupun kegiatan lainnya. Selain itu juga desain yang ada di dalam Taman Krida Budaya mendukung taman ini digolongkan dalam taman kota yakni dengan adanya tanaman-tanaman ata pepohoan seperti pohon palem dan pohon beringin yang berada di dalam kawasan taman tersebut dengan tata letak yang teratur dengan disertai beberapa bangunan baik itu yang menyerupai candi maupun beberapa ruangan yang fungsinya hampir sama seperti aula.

NB : Berbagai Sumber 

Taurus Vocation

Minggu, 25 November 2012

Museum Jiwa Sumber Porong, Lawang



Kami sebenernya belum sampai masuk kedalam, meski aslinya penasaran.
Katanya ada janin bayi diawetkan dalam museum tersebut, dan berbagai hal unik lainnya.
terletak di jalan Ahmad yani , Sumber Porong -Lawang
searah jika mo ke RS jiwa :)

Jika dr arah sby, sebelum flyover Lawang , ambil belok kiri .


Akhirnya kesampaian juga masuk mengunjungi Museum RSJ Lawang
Berikut Foto2 penampakan isi museum beberapa yg kami potret, 

mulai dari janin diawetkan sampai alat pengiris otak :)





































NB : Berbagai Sumber

 Taurus Vocation

Alun - ALun Malang

Alun-alun merupakan cerminan identitas suatu kota, sehingga tidak segan-segan pemerintah daerah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mempercantik wajah alun-alun sedemikian rupa agar kelihatan indah dan mampu menarik pengunjung. Sehingga tidak jarang pemerintah daerah menjadikan alun-alun sebagai icon kota atau daerah yang patut dibanggakan. Simbol daerah bisanya juga dipasang disana, Kota Batu misalnya menampilkan monument buah apel sebagai simbol kota begitu juga dengan kota-kota lainnya termasuk kota Malang.
Penataan alun-alun bisa dikatakan mempunyai konsep yang hampir sama. Air mancur adalah bagian yang utama yang tidak bisa dihilangkan dari bagian alun-alun, disamping penataan taman dan fasilitas lainnya sebagai penunjang. Di Kota Malang memiliki dua alun-alun yaitu alun-alun jami’ (terletak didepan Masjid jami’ Malang) dan Alun-alun bunder yang berada di depan balai Kota Malang. Tetapi umumnya yang menjadi persinggahan wisata adalah alun-alun Jami’ meskipun tidak sedikit juga yang berkunjung ke alun-alun Bunder. Bersama keluarga atau rombongan pengunjung dari luar kota memanfaatkan alun-alun sebagai tempat persinggahan sekaligus melepas rasa penat setelah seharian berkeliling ke tempat wisata.

NB : Berbagai Sumber

Taurus Vocation